Yaah, namanya juga hidup, kadang dibawah, kadang diatas, roda selalu berputar kawan, tidak akan berhenti di satu titik. Baik itu titik teratas, maupun titik nol! atau titik terbawah. Siapakah yang memutarnya? Dialah Alloh, sang Maha Berkehendak. Kita sebagai makhluk ciptaannya, hanya mampu berencana, berusaha, dan bertawakal atas hasilnya kemudian. Ada beberapa tipe orang ketika dihadapkan suatu musibah.Ini versiku yaa..
1. Menerimanya, kemudian bersyukur mengambil hikmahnya.
2. Menerimanya, namun selalu menggerutu.
3. Tidak mau menerima, menggerutu, bahkan menyalahkan orang lain atas kejadian yang menimpanya.
Untuk tipe yang pertama.
Kalian tahu kawan, kisah Rosul, Muhammad s.a.w, nabi akhir jaman yang mempunyai hati yang lapang ketika beliau ditimpa musibah. Sesulit apapun itu, Rosul selalu menerimanya, beliau selalu menemukan hikmah disetiap peristiwa yang dilaluinya. Banyak umatnya yang mendzholiminya bukan? tapi siapakah yang Rosul ingat menjelang hari terakhirnya didunia? Ummati, Ummati..yang berarti Umatku, Umatku. Subhanalloh..
Mungkin jika itu saja yang ku beritahu, hati kalian belum merasakan betapa perjuangannya amat sangat berarti untuk kita bukan? Baiklah, akan kuceritakan salah satu dari banyaknya musibah/ ujian yang dihadapi Rosul.
Rosul pernah dilempari, maaf, kotoran manusia, di kencingi nya oleh musuh-musuhnya ketika hendak menjalankan perintah Alloh. Sekarang, dari hal itu saja, bandingkan dengan kondisi kalian yang sekarang. Pernahkah kalian menghadapi kejadian yang sama seperti Rosul?
misalnya, di kencingi ketika sholat, dilempari kotoran ketika duduk tenang mendengarkan ceramah di majlis-majlis, dicaci maki ketika berdzikir, puasa, zakat. Pernahkah? Ketika berdzikir di angkot misalnya, kalian tiba-tiba di cacimaki dengan kata-kata binatang. Pernahkah? Lalu apa tindakan kalian? Aku sendiri, mungkin aku akan menangis, mengadu kepada orang tua, mengadu kepada teman terdekat apa yang telah terjadi ketika itu.
Kembali kepada cerita Rosul, ketika beliau mendapati kotoran berada dibadannya, kemudian sang buah hatinya, Fatimah menangis melihat keadaan tersebut. Apa yang Rosul katakan? Rosul mengatakan bahwa Mereka tidak akan melakukan hal tersebut melainkan hanya karena ketidak tahuan mereka.
Simak baik-baik perkataannya kawan, apakah belum cukup beliau dikatakan sebagai manusia yang mulia? Keren bukan? seseorang yang sudah terdzholimi seperti itu, masih bisa bersabar dan berkata seperti itu.
