Senin, 03 Juni 2013

It is The Best Drama from You


24 Mei 2013

Betapa rencana Alloh tidak dapat kita prediksi
Betapa rencanaNya sangat jauh dari jangkauan kita
Jauh dari dugaan kita 
Seberapapun besar kesempatan 
Seberapapun dekat kesempatan
Sehasta, dua hasta
Atau sedekat jarak telunjuk dengan jari tengah
Bahkan sedekat jarak bulu mata satu sama lain
Dapat terbayang kah?
Yah.. Meskipun kesempatan baik
Lebih dekat dari jarak bulu mata satu sama lain
Bila Alloh tidak berkehendak 
Kesempatan itu bukan milik kita
Bukan
Tidak boleh menjadi milik kita

Maka, saat itu pula
Alloh dapat mengambilnya
Alloh dapat menjauhkannya
Alloh dapat menghilangkannya
Alloh dapat merampasnya
Alloh dapat melemparnya jauh dari kita
Alloh dapat membuangnya jauh 
Alloh dapat memusnahkannya
Maka benar-benar pada hari itu
Sadarku akan betapa kekuasaan Alloh
Sangat terasa olehku
Betapa kecilnya diri ini dihadapanNya
Siapalah aku dihadapanNya
Siapalah aku
Manusia hina
Manusia yang penuh dosa
Manusia berlumur dosa
Jauh dari kata baik
Jauh dari kata sempurna
Jauh dari kata teladan

Tak peduli sedang berlaku buruk atau baik
Alloh tak pernah tidur
Alloh tau yang terbaik
Bila kesempatan itu bukan untuk kita
Hilang dan musnahlah ia..



Masih..
Terekam dalam memoriku
Betapa hina nya diri ini
Merasa khusyuk, merasa baik-baik saja dalam beribadah
Berdua denganmu, Alloh
Berbicara
Mengadu

Nyatanya mungkin tak begitu dihadapanNya
Nyatanya aku jauh dari kata baik

Maka seketika itu
Dalam waktuku beribadah
Mungkin lebih tepat lagi
Ketika baru saja
Ku ucapkan niat
Sholat pada waktu petang
Saat itu pula
Drama tersebut dimulai

Drama disebuah mushola
Di sebuah mall dibilangan Bogor Timur
Dengan sangat berhati-hati
Tasku dibukanya
Dirabanya, tak dia temukan sesuatu yang diinginkannya
Beralih membuka kantong yang lain
Mungkin saat itu ku berada dalam rukukku
Belum juga dia temukan
Mungkin saat itu ku berada dalam sujudku
Perlahan, ia masih mencari
Mungkin ku baru duduk diantara dua sujudku
Nah! Akhirnya
Mungkin saat itu ku berada dalam sujudku lagi
Dia temukan! Entahlah
Mungkin juga ku berada dalam rakaat keduaku
Tak puas, mencari lagi, mungkin saja masih ada yang berharga
Aku mungkin sedang rukuk di rakaat kedua saat itu
Perlahan, masih mencari
Lagi! dia temukan!
Dia membawanya, pergi
Mungkin juga ku berada dalam keadaan salam pertamaku 
Atau mungkin ku masih menikmati rakaat ketiga ku

Ketika kulihat tasku
Sedikit terbuka
Benar sudah
Kekhusyukanku yang buyar ketika sholat
Benar sudah feeling ku
Benar sudah
Hilang

Jerih payahku selama sebulan
yang baru saja ku ambil di hari itu
Pergi, hilang
Hilang sudah
Bukan milikku
Bukan
Tidak berhak ku memilikinya
Inilah dramaNya
Sungguh indah
Ku hanya bisa diam
There is something better after this.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar